Musyawarah Anggota BP PPI Delft 2019/2020

Halo angota PPI Delft dan teman teman sekalian,

Pada hari Sabtu 18 dan 24 Mei 2019, telah dilaksanakan Musyawarah Anggota (MA) dengan agenda Musyawarah Kerja Badan Pengurus (BP) PPI Delft 2019/2020.  

Kami sampaikan bahwa Rencana Program Kerja BP telah dipresentasikan ke anggota di hadapan MA. Program Kerja Badan Pengurus (BP) PPI Delft 2019/2020 secara keseluruhan telah disempurnakan berdasarkan saran dan masukan dari warga, dan telah diterima sehingga tercapai mufakat dengan anggota.

Selanjutnya kami sampaikan pula bahwa Struktur kepengurusan BP 2019/2020 beserta Program Kerjanya telah dinyatakan sah dihadapan MA. 

Sekian dan terima kasih.

Badan Legislatif PPI Delft 2019/2020

Pemilu PPI Delft 2019/2020

Halo anggota PPI Delft dan teman teman semua,

Sehubungan dengan telah diumumkannya hasil Pemilu PPI Delft pada tanggal 23 Maret 2019, Pemilu PPI Delft 2019 dinyatakan telah usai dilaksanakan dengan lancar dan sukses. Kami selaku Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPI Deft 2019 mengucapkan selamat atas terpilihnya saudara Ryan Alvita, sebagai Ketua PPI Delft periode kepengurusan 2019/2020. Terkait hal tersebut, kami hendak menyampaikan hasil pemilu dengan rincian sebagai berikut :

  1. Total DPT (Daftar Pemilih Tetap) berjumlah 119 pemilih, dengan persentase partisipasi pemilihan umum sebesar 86%. (102 orang menggunakan hak pilihnya)
  2. Dari jumlah anggota biasa PPI Delft yang menggunakan hak pilihnya, 92% menyatakan setuju dan 8% menyatakan tidak setuju

Semoga, visi dan misi PPI Delft untuk kepengurusan 2019/2020 dapat tercapai dan dapat dijalankan sebaik-baiknya. Mari kita bersama-sama mendukung Ryan Alvita dan Badan Pengurus (BP) PPI Delft nantinya.

Sekian dan terima kasih.

KPU PPI Delft 2019 dan Badan Legislatif PPI Delft 2018/2019

Laporan Pertanggungjawaban Badan Pengurus PPI Delft “Apreiasik” 2018/2019

Halo anggota PPI Delft dan teman teman semua,

Pada hari Sabtu 23 Maret 2019, telah dilaksanakan Musyawarah Anggota yang memiliki agenda pengesahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Pengurus “Apresiasik” PPI Delft 2018/2019. Laporan Pertangugng Jawaban dari BP diterima bersyarat dengan syarat pemenuhan dokumen-dokumen yang belum terselesaikan, yang telah diselesaikan pada Musyawarah Anggota susulan pada hari Jumat 29 Maret 2019.

Kami mengucapkan terima kasih atas segala dedikasi yang telah dilakukan teman teman Badan Pengurus dan anggota PPI Delft lainnya untuk membuat PPI Delft semakin baik lagi.

Sekian dan terima kasih.

Badan Legislatif PPI Delft 2018/2019

Indonesia-The Netherlands Railway Seminar 2018: Revival of Indonesian Railway

Foto bersama peserta serta pembicara Indonesia-The Netherlands Railway Seminar 2018 (Foto: Retna Fauzia)

(Delft, 17 September 2018) Bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional, PPI Delft (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Delft), ITF (Indonesian Transportation Forum), dan MASKA (Masyarakat Perkeretaapian Indonesia) menggelar seminar perkeretaapian Indonesia-Belanda dengan tema Kebangkitan Perkeretaapian Indonesia di Theatre Hall X, Delft.

Bertujuan untuk memberikan ruang inovasi dan kerjasama antar pelaku industri dan pemerintah Indonesia dan Belanda, serta meningkatkan minat mahasiswa Indonesia di Belanda terhadap industri perkeretaapian, seminar ini didukung oleh KBRI di Den Haag, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, TU Delft, serta disponsori oleh perusahan-perusahaan Indonesia seperti PT Len Industri, PT Len Railway Systems, PT INKA, Holland Rail Industry, ProRail, dan perusahaan-perusahaan Belanda lainnya.

Recorded Speech oleh Ir. Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia

Sesi I: Kondisi Serta Perkembangan Industri Perkeretaapian di Indonesia

 

Pembicara Sesi I dari Indonesia (Foto: Retna Fauzia)

Seminar dibuka dengan seluruh peserta dan panitia seminar menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Setelah lagu Indonesia Raya selesai dikumandangkan, seminar dibuka oleh Yosep Pandji Hario Wicaksono selaku Ketua Komite Seminar. Pembukaan pun dilanjutkan dengan kata sambutan oleh perwakilan KBRI untuk Kerajaan Belanda,  Fikry Cassidy, serta recorded keynote speech oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Ir. Budi Karya Sumadi.

Sesi I berisi presentasi perwakilan dari Indonesia. Presentasi dimulai oleh Kepala Research & Development (R&D) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Sugihardjo. Beliau mempresentasikan serta menjelaskan peran bagian Riset dan Pengembangan di Kementerian Perhubungan terhadap perkembangan dan pengembangan sektor perkeretaapian di Indonesia.

Presentasi dilanjutkan dengan pemaparan oleh Satya Heragandhi, Komisaris Utama dari PT LRT Jakarta. Beliau menjelaskan mengenai pengalamannya dalam proses konstruksi proyek LRT di Jakarta dan tantangan-tantangan yang dihadapi.

Linus Andor Mulana Sijabat, Direktur Operasional PT LEN, melanjutkan rangkaian presentasi sesi I. Beliau menjelaskan mengenai kemampuan PT LEN secara umum dan khusus dalam proses perancangan serta pembangunan berbagai fasilitas infrastruktur, terutama dalam sektor perkeretaapian.

Sesi I ditutup dengan presentasi dari Hermanto Dwiatmoko, Ketua MASKA. Hasil penelitiannya tentang dampak pengembangan perkeretaapian terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan lapangan kerja menjadi penutup sesi I. Sesi I pun dilanjutkan dengan sesi Q&A dari peserta seminar kepada 4 pembicara dari Indonesia. 

 

Sesi II: Kondisi Serta Kemajuan Industri Perkeretaapian di Eropa

 

Pembicara Sesi II dari Eropa (Foto: Retna Fauzia)

Setelah lunch, seminar pun dilanjutkan ke Sesi II yang berisikan pembicara-pembicara dari Eropa. Sesi II diawali dengan presentasi oleh Prof. Rolf Dolevoet, Guru Besar Railway Engineering di TU Delft. Beliau menjelaskan mengenai program Railway Engineering di TU Delft serta kelebihan-kelebihannya.

Sesi II dilanjutkan dengan presentasi dari Prof. DR. Leo van Dongen, Kepala Bidang Teknologi Nederlandse Spoorwegen (NS) serta Profesor di Universitas Twente, bidang Maintenance Engineering. Rolling Stock Performance Management menjadi topik yang diangkat oleh beliau. Beliau membahas mengenai pentingnya perawatan sarana perkeretaapian agar tetap layak operasi.

Erno Chevalier, Ketua Holland Rail Industry (HRI), melanjutkan presentasi di Sesi II. Beliau memaparkan mengenai HRI: profil peran HRI dalam kemajuan industri perkeretaapian di Belanda, serta potensi kerjasama internasional.

Sesi II ditutup dengan presentasi dari Dipl. Ing. Wolfgang D Richter. Belaiu memaparkan sejarah perkembangan trem. Beliau juga memaparkan kelebihan dan kekurangan berbagai tipe trem dari pengalaman beliau dalam perancangan berbagai kendaraan rel. Seminar pun dilanjutkan dengan sesi Q&A dari peserta seminar kepada pembicara-pembicara dari Eropa.

Sesi II pun ditutup dengan closing speech oleh Hermanto Dwiatmoko (Ketua MASKA), pemberian cinderamata, serta foto bersama untuk semua peserta dan pembicara.

 

Sesi III: Laboratory Visit

 

Laboratory Visit ke Railway Engineering TU Delft (Foto: Retna Fauzia)

Seminar pun dilanjutkan dengan melakukan Laboratory Visit ke Laboratorium Railway Engineering di TU Delft bersama peserta seminar yang telah mendaftar. Laboratory Visit ini bertujuan untuk mengenalkan serta menunjukan riset-riset terkini yang sedang dilakukan TU Delft pada bidang Railway Engineering.

“Melalui seminar ini, diharapkan minat dan antusias mahasiswa Indonesia terhadap industri perkeretaapian, terutama yang menempuh studi di Belanda, dapat tertanam karena perkeretaapian adalah industri yang sangat multidisiplin dan terbuka untuk generasi muda Indonesia. Semoga seminar ini dapat menjadi momentum kemajuan Indonesia di bidang perkeretaapian”, ujar Yosep Pandji Hario Wicaksono (Ketua Indonesia-The Netherlands Railway Seminar 2018). “Seminar ini adalah salah satu contoh metode bagaimana kita sebagai masyarakat Indonesia, terutama pelajar-pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi di luar negeri, dapat tetap berkontribusi terhadap perkembangan bangsa, meskipun terpisah oleh jarak dengan negara tercinta. Saya ingin berterima kasih untuk kerja keras dan semangat dari seluruh komite seminar sehingga seminar kita ini dapat sukses dan berjalan lancar. Semua demi kemajuan Indonesia”, pungkas Agung Christy Rado Togaraja Simarmata (Ketua PPI Delft).

Sekian laporan dari Delft. Sampai jumpa di kegiatan PPI Delft berikutnya!

 

Sebagian Komite Indonesia-The Netherlands Railway Seminar 2018 (Foto: Hanif Dinul, Retna Fauzia, Abdul Said Ahtar)

Registrasi Data Diri Anggota dan Alumni PPI Delft

Goededag, Keluarga PPI Delft!

Dalam rangka memaksimalkan peranan PPI Delft terhadap anggota, PPI Delft berencana untuk mendata anggota-anggota PPI Delft yang saat ini masih/sedang aktif studi di Delft dan yang sudah lulus. Diharapkan form ini akan membantu PPI Delft untuk menjaga hubungan dengan anggotanya, dan juga mempermudah penyebaran informasi ke anggota PPI Delft.

Berkenaan dengan hal di atas, dimohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara anggota PPI Delft untuk mengisi form di bawah ini.

Link untuk anggota aktif (yang masih menjalani studi di Delft)

Link untuk alumni

Terima kasih 🙂

Salam hangat,
Divisi Humas & Kominfo
PPI Delft
2018/2019

Kumpul Kuarter 13 Mei 2018

Pada tanggal 13 Mei 2018, telah dilaksanakan Kumpul Kuarter ke-1 dalam periode kepengurusan PPI Delft 2018-2019. Acara yang diadakan di Common Room, Prof Schemenhoornstraat ini diawali dengan kegiatan makan malam dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan permainan-permainan seru yang tentunya semakin menghangatkan suasana. Para anggota PPI Delft yang hadir terlihat sangat antusias dan bersemangat, terutama dalam sesi permainan ini. Tidak terasa 3 jam kebersamaan telah berlalu, dan acara Kumpul Kuarter ke-1 ini akhirnya ditutup dengan pengumuman pemenang games dan foto bersama.

Partisipasi PPI Delft di Hatta Games 2018

Halo para anggota PPID,

Setelah berakhirnya Hatta Games pada tanggal 6 Mei 2018, kami ingin menyampai laporan edisi pertama hasil kompetisi olahraga yang diikuti kontingen PPID. Sebagai informasi, Hatta Games merupakan kejuaraan bertemakan olahraga fisik dan elektronik (e-sports) yang diadakan oleh PPI Rotterdam dengan jenis olahraga yang dipertandingkan mencakup basket, voli, futsal, bulu tangkis, tenis meja, catur dan FIFA. Dari semua jenis olahraga tersebut, kontingen PPID hanya mengikuti kegiatan olahraga futsal, voli dan basket dan, kabar baiknya, kontingen kita memenangkan juara 1 untuk voli dan juara 2 untuk basket dan futsal.

Berikut ini adalah laporan kegiatan tersebut:

Basket

Di cabang olahraga ini, PPI Delft diwakilkan oleh tim beranggotakan 8 orang yang dipimpin oleh Kapten Christophorus Dwiadi dari Building Engineering TU Delft. Anggota tim basket PPI Delft adalah sebagai berikut:

  1. Agung Christy Rado Togaraja Simarmata
  2. Abdul Said Ahtar
  3. Hanif Dinul Islam
  4. Siti Arna Arifah
  5. Daniel Felix Heritono
  6. Sasongko
  7. Timotius Hasirus Trusulo
  8. Ade Setyawan Sajim
  9. Ivan Rene
  10. Yosep Pandji
  11. Andrew Sugianto

Pertandingan basket ini merupakan pertandingan grup yang berisikan 4 tim basket. Tim-tim basket lawan berasal dari: Den Haag, EESA (East European Student Association), dan Rotterdam. Pertandingan pertama sampai babak semifinal berlangsung di hari pertama dan pertandingan final berlangsung pada hari kedua Hatta Games.

Pada pertandingan pertama, tim basket Delft yang selalu meneriakan “PPI GALER” setiap sebelum bertanding menghadapi lawan pertamanya, EESA, dengan kurang harmonis. Babak pertama berjalan dengan kurang mulus bagi tim PPID dengan banyak tembakan yang gagal dan beberapa turn over. Meskipun demikian, ketidakkompakan tersebut tidak berlangsung lama. Pada babak kedua, kekompakan tim PPID mulai terbentuk kembali dan kemenangan telak berhasil diperoleh berkat permainan cemerlang sang Kapten serta kerja sama para anggota.

Pada pertandingan kedua, tim basket PPID berhadapan dengan tim basket Den Haag. Dengan beranggotakan pemain-pemain basket yang cukup tangguh, tim basket PPI Den Haag berhasil mengalahkan tim basket PPID pada pertandingan kedua.

Meski kalah di pertandingan kedua, kontingen PPID untuk pertandingan basket tidaklah patah arang. Dengan semangat baru di babak ketiga, tim basket PPID berhasil mengalahkan tim basket Rotterdam yang merupakan tuan rumah pada pertandingan ini.

Dengan berbekal 2 kemenangan, tim basket PPID melaju ke semifinal untuk kembali melawan tim basket EESA. Pada kesempatan kali ini, tim EESA mengganti beberapa pemainnya dengan pemain-pemain yang lebih baik dan salah satu pemainnya memiliki tinggi badan yang dapat disandingkan dengan pemain-pemain basket profesional. Akan tetapi, dengan berbekal yel baru, “PPI BERDIKARI” serta kekompakan tim yang sudah lebih harmonis, tim Delft menghadapi EESA baru ini dengan gigih. Sayangnya, meski beberapa pemain Delft bermain dengan cemerlang pada kesempatan itu, tim PPID belum berhasil memperoleh kemenangan atas EESA.

Pada hari berikutnya, PPI Delft datang kembali ke Erasmus Sport Center untuk melawan tim basket Rotterdam dalam merebutkan posisi juara 3. Namun, pada saat pertandingan akan berlangsung, terdapat berita bahwa anggota tim basket Rotterdam dan EESA tidak dapat hadir untuk perebutan juara 1 dan 2. Dengan demikian, panitia Hatta Games memutuskan untuk menandingkan tim Delft dengan tim Den Haag untuk merebutkan posisi juara 1 dan 2.

Pada pertandingan final ini, tim Delft tampak bermain dengan lebih gigih dan serius. Suara-suara teriakan sang Kapten dan para pemain Delft lain pun lebih sering terdengar untuk mengingatkan para anggota untuk lebih siap menghadapi lawan. Namun demikian, pada akhirnya tim Delft hanya dapat memperoleh gelar juara 2 dengan selisih poin yang tidak banyak dari Den Haag.

Dengan berakhirnya Hatta Games, tim basket Delft pulang dengan gelar juara 2. Gelar juara yang diperoleh dengan cukup unik tersebut terasa cukup membanggakan. Masing-masing pemain mengakhiri pertandingan ini dengan senyum yang lebar di wajah mereka.

Meski demikian, bagi tim Delft, gelar juara itu tidak terasa penting. Bagi mereka, pertandingan terakhir ini merupakan pertandingan yang luar biasa yang menunjukkan betapa berkembangnya kemampuan, kekompakan serta kebersamaan para pemain dalam beberapa bulan terakhir bermain bersama. Meski akan ditinggalkan pemain-pemain seniornya, para pemain junior berjanji akan tetap bermain sambil membawa kekompakan dan kebersamaan yang sama pada pertandingan-pertandingan basket berikutnya di tahun depan.

Voli

Setelah absen dari kejuaraan voli di Groningen, tim voli “jazz do it” PPI Delft kembali unjuk gigi di kejuaraan voli kota tetangga kita, Hatta Games di Rotterdam. Dengan kurang, bahkan tidak adanya latihan tim yang mencukupi menjadi momok tersendiri bagi para pemain, terutama setelah mengalami kekalahan pahit di Eindhoven League sebelumnya. Anggota tim voli yang berlaga di Hatta Games adalah sebagai berikut:

  1. Muhammad Shiddiq Sumitro
  2. Agung Christy Rado Togaraja Simarmata
  3. Haris Suwignyo
  4. Hasan Abdullah
  5. Diwangkoro Muhammad Dolaputra
  6. Gale Dewo
  7. Yunizar Natanael Pragistio
  8. Budi Prayogo Sunariyanto

Datang dengan anggota yang terbatas, tim voli PPI Delft harus menghadapi 3 tim dari tuan rumah PPI Rotterdam, PPI Arnhem, dan PPI Den Haag. Pada fase grup, tim PPI Delft berhasil mengunci kemenangan pada 2 pertandingan pembuka melawan PPI Rotterdam dan PPI Arnhem lewat masing-masing 3 set yang sengit, dan sayangnya mengalami kekalahan tipis melawan PPI Den Haag.

Keluar grup sebagai juara kedua, tim voli PPI Delft harus kembali berhadapan dengan PPI Arnhem di pertandingan semifinal. Meskipun lelah dan pilu dari pertandingan sebelumnya, tim voli PPI Delft kembali berhasil mengalahkan tim PPI Arnhem dan lanjut ke babak final. Melihat pertandingan sebelah, ternyata tim tuan rumah PPI Rotterdam dengan anggota tambahannya berhasil mengalahkan sang juara grup tim PPI Den Haag dan harus menghadapi tim PPI Delft.

Bermodalkan semangat untuk juara, tim voli PPI Delft pun memulai pertandingan final. Set pertama berhasil direbut tim PPI Delft. Saat set kedua dimulai, para suporter tim PPI Rotterdam mulai bermunculan untuk mendukung tim kesayangannya dan dukungan mereka berhasil mengobarkan semangat para anggota tim sehingga memenangkan set kedua. Tibalah set penentu, set ketiga. Rasa lelah pun mulai menghantui kedua anggota tim. Semakin banyak kesalahan yang dilakukan oleh masing-masing tim.

Meskipun itu, tim PPI Delft tetap berjuang dan perjuangannya berbuah manis. Tim voli PPI Delft berhasil mengalahkan tim tuan rumah dan keluar sebagai juara voli Hatta Games 2018! Luapan kebahagiaan pun tampak dari muka anggota tim voli beserta para suporter tim PPI Delft yang juga datang mendukung tim kotanya mengingat ini adalah pertama kalinya tim voli PPI Delft menjuarai kompetisi olahraga. Selamat kepada tim voli PPI Delft!

Futsal

Hatta Games, turnamen yang sangat ditunggu oleh para pemain futsal PPID, kenapa? DEKAT! hahaha…

Anggota tim futsal yang berlaga di Hatta Games adalah sebagai berikut:

  1. Timotius Hasirus Trusulo
  2. Diwangkoro M. Dolaputra
  3. Mustaqim
  4. Muhammad Gusti Bastisya
  5. Haryo Dwi Prabowo
  6. Jose Akbar Juoro
  7. Adib Sinto Baskoro
  8. Christophorus Dwiadi
  9. Lurohman Mamin M.
  10. Ali Hanif
  11. Tubagus Fakhri
  12. Gale Dewo

Hasil drawing mempertemukan PPI Delft vs PPI Arnhem  yang baru saja memenangkan turnamen Groens Games, sesuai dugaan akhirnya PPI Delft menang dengan skor 2 – 1. Kemenangan ini membuat kepercayaan diri meningkat yang dibuktikan dengan kemenangan telak 5 gol tanpa balas menghadapi tim TilxLeixRot  dan mendapat hasil seri melawan tim Eindhoven di pertandingan ketiga. Yeah! tim futsal PPID menjadi pemuncak grup untuk melaju ke babak semi final keesokan harinya.

Tim PPI Amsterdam mencoba menghadang tim PPID di semifinal, tetapi kekuatan dan kekompakan tim PPID kali ini seperti tidak terbendung dengan kemenangan 3 – 1 dan melenggang ke babak final yang mempertemukan dua tetangga yang kita sebut “Derby Fat kee”, Delf vs Den Haag. Sayang tim PPID belum berhasil membawa pulang medali emas setelah dikalahkan 3 – 1 di babak final walau sempat unggul di menit-menit awal. Sedikit perasaan sedih dan kesal karena turnamen kali ini merupakan turnamen terakhir bagi anggota PPID angkatan 2016. Sisi positifnya yakni kita mendapat medali setelah 2 tahun bermain dan jargon terakhir dari kapten tim menutup pertandingan kali ini dengan perasaan puas dan gembira, ”PPI Delft… JAYA!”.