KOPI Delft Espresso: Human Capital and Innovation (PPI Delft x Ecadin)

Delft – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Delft (PPI Delft) berkolaborasi dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) melakukan diskusi bersama pada tanggal 8 Juli 2018 dalam kegiatan yang bernama Kolokium Pelajar Indonesia (KOPI) Delft Espresso. Isu yang dibahas kali ini adalah terkait Human Capital and Innovation. Sumber daya manusia (SDM) yang beredukasi dan memiliki keahlian tinggi merupakan salah satu kunci utama bagi percepatan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Di negara maju, SDM merupakan aktor utama bagi terciptanya inovasi-inovasi yang juga mendukung pertumbuhan ekonomi. Tidak bisa dipungkiri, berkembangnya berbagai teknologi dan infrastruktur di negara tersebut merupakan salah satu bentuk nyata penerapan inovasi yang diciptakan oleh SDM-nya. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebagian besar masih digerakkan oleh ketersediaan sumber daya alam (SDA). Diberkahi dengan berbagai komoditas SDA yang berlimpah, Indonesia merupakan salah satu produsen komoditas utama mulai dari kopi hingga batubara di dunia. Akan tetapi, ketergantungan pada SDA tersebut dalam jangka waktu panjang untuk menopang pertumbuhan ekonomi merupakan tindakan yang tidak sustainable.

Berbagai negara maju seperti Belanda dan Jepang telah menitikberatkan upaya peningkatan kualitas ekonomi negara pada SDM yang unggul. Diskusi bersama dengan Bapak Rihard Pasaribu, Ibu Yanti Kusumanto, dan Bapak Hasanul A. Hasibuan memberikan beberapa gambaran betapa pentingnya inovasi bagi pertumbuhan di ekonomi, peran SDM yang unggul dalam pencapaian pertumbuhan yang optimal, serta pendekatan yang dapat diambil untuk mengkonversi orientasi pertumbuhan ekonomi dari yang berdasarkan pada SDA menjadi human resource-oriented. Topik ini sangat relevan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan bahwa pembangunan SDM akan menjadi fokus pemerintah pada tahun 2019, menggantikan percepatan pembangunan infrastruktur yang sempat menjadi fokus pada 2015-2018.

Pada prinsipnya, inovasi merupakan segala kegiatan dan aktivitas yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas kehidupan manusia. Agar dapat memberikan manfaat, inovasi harus bersifat intentional. Dalam konteks organisasi misalnya, perusahaan memiliki departemen Research and Development yang memang bertujuan untuk mengembangkan inovasi untuk mencapai target-target spesifik. Dalam pertumbuhan ekonomi, inovasi berperan penting dalam upaya pemanfaatan peluang untuk mengembangkan SDM di Indonesia. SDM yang unggul merupakan salah satu aktor utama dalam terciptanya inovasi. Terdapat tiga elemen yang dapat membuat suatu inovasi mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi: pemerintah sebagai policy maker dan fasilitator, akademia sebagai pihak yang memproduksi inovasi misalnya melalui riset dan penelitian, serta pihak industri. Kerja sama antara ketiga elemen tersebut sangat penting bagi terciptanya inovasi yang bermanfaat. Misalnya, pemerintah harus mendukung kaum akademia dalam mengembangkan inovasi sehingga hasil yang diperoleh dapat dijadikan sebagai input bagi industri sebagai salah pelaku utama penggerak roda perekonomian negara. Meskipun kerja sama antara pemerintah, industri, dan akademia bukanlah hal yang baru, peran pemerintah sebagai policy maker diharapkan dapat ditingkatkan terutama dalam hal memfasilitasi dan mendukung perkembangan inovasi dan kualitas SDM.

Pemerintah harus mampu menstimulasi dan memberikan kesempatan untuk industri agar berinvestasi di Indonesia. Untuk itulah, tenaga ahli sangat dibutuhkan terlebih di era global economy seperti saat ini. Langkah awal yang dapat diambil adalah mengidentifikasi pada sektor mana Indonesia telah memiliki tenaga ahli yang berkapasitas setara internasional. Selain itu, dengan membuat strategi yang jelas pada sektor tersebut, pemerintah dapat menampilkan business case yang menarik bagi potential investor untuk berinvestasi.

Solusi jangka pendek yang dapat ditempuh misalnya adalah dengan melakukan transfer knowledge untuk pengembangan teknologi tertentu dengan belajar dari negara-negara berkembang. Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia adalah melalui reformasi pendididikan. Melalui diberikannya berbagai program beasiswa kepada pelajar seperti LPDP, pemerintah sebaiknya melakukan refleksi terkait bidang apa saja yang dianggap strategis dan harus menjadi fokus utama perkembangan. Mengirimkan mahasiswa Indonesia untuk belajar ke luar negeri menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan SDM, hanya saja pemerintah harus memastikan adanya strategic plan: apakah bidang keilmuan dan keahlian yang dipelajari akan dibutuhkan 20 tahun ke depan? Topik riset dan expertise yang diharapkan akan dikuasi oleh pelajar-pelajar tersebut sebaiknya merupakan topik yang langsung applicable dan berkaitan langsung dengan kondisi di Indonesia. Jika ini terpenuhi, nantinya lulusan tersebut benar-benar akan memberikan kontribusinya pada pemecahan masalah khusus yang ada di bumi pertiwi.

Selain itu, institusi pemerintah, akademia, dan industri sebaiknya bersama-sama melakukan evaluasi untuk menentukan prioritas apa yang sebaiknya diutamakan dalam timely manner. Misalnya dalam pengembangan energi terbarukan, pemerintah dapat menunjuk suatu tim yang dapat menginisiasi kerja sama antara pelaku industri dan akademia untuk memutuskan jenis energi terbarukan apa yang potensinya paling besar untuk dikembangkan dalam jangka waktu pendek. Dengan adanya direct strategic plan dari pemerintah, industri bisa selektif melakukan investasi setelah mengetahui business value dari rencana tersebut sementara kaum akademia juga secara jelas akan memahami jenis rise tapa yang dapat mereka lakukan demi tercapainya target tersebut. Adanya sinergi antara pemerintah, akademia, dan pelaku industri memungkinkan terciptanya langkah-langkah kerja konkrit demi tercapainya target pembangunan SDM di Indonesia.