Belanja Barang “Second” di Belanda : Hemat & Penuh Manfaat

Bagi pelajar yang baru akan menginjakkan kaki di Belanda, mungkin pernah terbesit di pikiran untuk membeli dan membawa barang-barang dari Indonesia untuk tidak mengeluarkan banyak biaya. Pasalnya, memang harga barang-barang di negara Eropa bernilai lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Jangan khawatir, solusi untuk hemat tapi belanja tetap lancar tersedia di hampir setiap kota di Belanda. Yaitu…Kringloopwinkel, atau biasa disebut toko secondhand. Di tulisan ini, saya akan share tempat-tempat belanja barang second, tidak hanya kringloopwinkel tapi juga ditempat lain.

Orang-orang Belanda sering mendonasikan barang-barang rumah tangga dan perlengkapan lain ke Kringloopwinkel maupun recyclable items point lain. Sehingga, berburu barang-barang bekas adalah hal yang sangat digemari masyarakat disini. Furnitur bekas mulai dari sofa, kasur, meja, hingga elektronik dan pakaian serta aksesoris bekas dikelola dan di seleksi secara ketat oleh kringloopwinkel. Jadi jangan khawatir, barang-barang yang di-display di toko secondhand ini sudah di seleksi.

Pernah beli apa aja di kringloopwinkel?

Beberapa bulan setelah masuk kuliah, cuaca dingin Belanda memaksa saya untuk cepat-cepat hunting jaket tebal. Jaket bermerk Zara, Northface, Esprit dijual dengan harga 10 euro. Banyak juga jaket-jaket tebal merk lain yang dijual dibawah 5 euro. Kringloopwinkel sendiri telah menyeleksi mana yang bermerk dan menyesuaikan harga nya. Blazer dan dress H&M, serta pakaian laki-laki dengan merk ternama sangat mudah ditemukan.

Peralatan masak seperti panci, sendok, garpu dan piring-piring juga saya dapatkan dengan harga 50 cent per piece. Saya juga pernah membeli kasur, lemari dan coffee table dan memilih untuk menggunakan jasa antar kerumah dengan harga 10-15 euro untuk kawasan Delft (Harga ini per sekali angkut, kalau beli banyak barang dan butuh beberapa kali antar, saya kurang tau apakah harga sama atau tidak). Untuk para orang tua, mainan anak-anak second serta pakaian bayi dapat ditemukan dengan jumlah koleksi yang banyak. Di Delft sendiri, ada lebih dari 4 toko secondhand yang sering saya kunjungi, yaitu :

  1. The Flinstones (Giststraat 4)

Dari depan terlihat kaya garasi kecil, tapi ternyata pas masuk lebih dalam, luas juga. Untuk koleksi pakaian sendiri terbilang sedikit, tapi koleksi furnitur dan perlengkapan rumah nya banyak sekali. Barang-barang yang di-display terlalu banyak, jadi menurut saya pribadi, toko ini relatif berantakan dibandingkan dengan kringloopwinkel lain. Tapi, untuk kategori harga, barang-barang di toko secondhand ini yang termurah. Beberapa item tidak ditempel barcode, jadi kita harus bolak-balik nanya ke si penjaga toko untuk mengetahui harga nya.

  1. Kringloopwinkel Delft (Rotterdamseweg 404)

Toko secondhand ini dekat dengan gedung fakultas aerospace di TU Delft. Barang-barang yang dijual relatif lebih mahal, karena banyak luxury items seperti sofa beds. Namun pembeli bisa dengan mudah bergerak dan melihat satu per satu item dengan tatanan toko yang rapi tersebar di 4 lantai. Untuk pakaian, banyak pilihan jaket dan sepatu wanita, walaupun lebih sedikit untuk pria. Barang-barang elektronik yang dijual sering saya temukan yang masih dalam mint condition, contoh, water boiler merk Phillips masih lengkap dengan dus nya dapat saya beli 5 euro.

  1. Terre Des Hommes (Nieuwe Langendijk 33)

Kringloopwinkel ini kebanyakan menjual pakaian, dan sering saya temukan barang-barang branded yang harga nya dibawah 5 euro! Waktu itu sempat ngobrol dengan pemiliknya, semua keuntungan toko diberikan untuk charity. Seneng deh, belanja sekalian beramal.

  1. Kringloopwinkel RataPlan Delft (Turbineweg 12-14)

Nah ini dia kringloopwinkel yang terbesar di Delft (as far as I know). Koleksi buku, furnitur, pakaian pria dan wanita, hingga perlengkapan rumah tersebar banyak seperti di foto bawah. Sepeda-sepeda bekas pilihan dijual dalam jumlah yang banyak. Yang bikin saya betah belanja disini, didalam tersedia coffee and ice cream corner untuk para visitor.

Figure 1. Salah satu tampilan interior Kringloopwinkel di Delft. Meskipun mereka menjual barang bekas, semua kringloopwinkel ditata dengan rapi dan dipisah per kategori, memberi kan customer experience yang tidak kalah dengan toko “barang baru”.

Selain belanja barang bekas di kringloopwinkel kota mu, kamu juga bisa hunting dengan alternatif sebagai berikut :

Barang bekas juga ada loh di aplikasi online!

Di Belanda, Facebook group untuk tiap-tiap kota selalu dibanjiri dengan postingan orang-orang yang ingin menjual barang pribadi mereka. Ada juga aplikasi Marktplaats (https://www.marktplaats.nl/), yang bisa kamu install di hp.

Figure 2. Contoh forum jual beli khusus pelajar di Delft

Contoh diatas adalah student sale in Delft, grup secret di Facebook yang menawarkan transaksi jual-beli antar mahasiswa TU Delft. Barang-barang yang dijual merupakan perlengkapan rumah, pakaian, dan sepeda. Bagi yang baru sampai di Belanda, sering-sering aja buka group ini dan langsung bikin appointment ketemu dengan penjual nya kalau menemukan barang yang diincar dengan harga miring. Kamu juga bisa menawar, syukur-syukur dapat barang lungsuran dari senior secara gratis!

Figure 3. Contoh penawaran yang menarik dari salah satu mahasiswa TU Delft alias gratis tis tis

IJ-hallen Amsterdam, jual beli barang bekas terbesar di Eropa!

Disebut sebagai pasar loak terbesar di Eropa, kamu ngga bakal nyesal jalan-jalan ke IJ-Hallen. Hampir seribu stand menjual pakaian, sepatu, elektronik, perhiasan, tas, buku hingga barang antik dapat kamu temukan. Dari Amsterdam Central Station, kamu bisa menggunakan kapal feri gratis dari dermaga belakang stasiun kereta, seru kan sekalian jalan-jalan?

Figure 4. IJ-Hallen Amsterdam, cek jadwal nya di https://ijhallen.nl/

Bagi teman-teman yang ingin berkunjung, tiap orangnya diharuskan membayar 5 euro untuk tiket masuk. Pasar dibuka pada pukul 9 pagi hingga 4.30 sore, dan diramaikan oleh 500 toko. Pertama mengunjungi IJ-Hallen, saya dan teman-teman menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam, cukup melelahkan namun puas sekali bisa lihat sana-sini. Untungnya ditengah-tengah pasar loak tersebut, disediakan coffee and snack corner untuk penambah energi. (P.s.: Kalau hunting barang bekas di IJ-hallen, jangan lupa bawa tas / gembolan yang gede.)

Mau punya barang bekas tapi ngga mau keluar uang? Bisa!

Nah, ini dia, hal yang paling indah bagi para pemburu rupiah. Gimana caranya bisa dapetin barang-barang gratis buat isi perlengkapan rumah. Solusinya adalah, waste collection day. Jika sudah tiba di Belanda, kamu akan sering melihat tong-tong sampah besi besar di tiap pojok kompleks perumahan. Yang akan sering kamu gunakan adalah bak sampah rumah tangga, namun ada juga tong untuk sampah jenis kaca, jenis kertas, dan pakaian bekas. Saya sering menemukan furnitur rumah seperti coffee table, kursi, elektronik bahkan kasur yang tergeletak didekat tong-tong besi tersebut sekali seminggu. Warga membuang barang-barang rumah tangga nya pada Selasa malam, dan esok pagi nya truk sampah akan mengambil barang-barang bekas tersebut. Saya sendiri diajarkan oleh teman Belanda saya, kalau menemukan valuable item tergeletak begitu saja, kamu bisa mengambilnya.

Udah dapet banyak barang bekas nih! Abis itu ngapain?

  1. Hal terpenting, terutama kalau kamu beli baju, cek dikantongnya ada uang atau engga. Eitsss, syukur-syukur kaya saya dulu beli jaket ketika Kingsday seharga 1 euro, di kantongnya ada selembar 5 euro.
  2. Penting! Cuci pakaian bekas terlebih dahulu sebelum memakainya.
  3. Begitu juga dengan membersihkan furniture bekas, salah satu contohnya karpet. Banyak warga Belanda yang memelihara hewan dirumah nya. Kadang bulu-bulu hewan tersebut masih menempel, atau masih banyak debu yang dapat membahayakan pengidap alergi, maka ada baiknya dibersihkan menggunakan vacuum cleaner.

Kamarku jadi kebanyakan barang bekas, gimana dong?

Memburu barang bekas adalah aktifitas yang candu. Tidak sadar, tiba-tiba kamar mu bisa tampak seperti gudang (curhat colongan). Selain membeli, kamu juga bisa mendonasikan barang-barang layak pakai ke kringloopwinkel setempat, atau menjual nya kembali secara online. PPI Delft sendiri memfasilitasi teman-teman yang ingin me-recycle barang-barang nya yang sudah tidak terpakai melalui program Garage Sale, loh! Jadi, jangan takut lagi kalau mau belanja di Belanda ya!

 

Profil Penulis   

 

Nama                :           Amanda Castolina Malau

Jurusan             :           Sustainable Energy Technology

Tempat Kuliah  :           TU Delft

Moto Hidup      :           Sebelum beli baru, cek bekas dulu

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.