Indonesia-The Netherlands Railway Seminar 2018: Revival of Indonesian Railway

Foto bersama peserta serta pembicara Indonesia-The Netherlands Railway Seminar 2018 (Foto: Retna Fauzia)

(Delft, 17 September 2018) Bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional, PPI Delft (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Delft), ITF (Indonesian Transportation Forum), dan MASKA (Masyarakat Perkeretaapian Indonesia) menggelar seminar perkeretaapian Indonesia-Belanda dengan tema Kebangkitan Perkeretaapian Indonesia di Theatre Hall X, Delft.

Bertujuan untuk memberikan ruang inovasi dan kerjasama antar pelaku industri dan pemerintah Indonesia dan Belanda, serta meningkatkan minat mahasiswa Indonesia di Belanda terhadap industri perkeretaapian, seminar ini didukung oleh KBRI di Den Haag, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, TU Delft, serta disponsori oleh perusahan-perusahaan Indonesia seperti PT Len Industri, PT Len Railway Systems, PT INKA, Holland Rail Industry, ProRail, dan perusahaan-perusahaan Belanda lainnya.

Recorded Speech oleh Ir. Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia

Sesi I: Kondisi Serta Perkembangan Industri Perkeretaapian di Indonesia

 

Pembicara Sesi I dari Indonesia (Foto: Retna Fauzia)

Seminar dibuka dengan seluruh peserta dan panitia seminar menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Setelah lagu Indonesia Raya selesai dikumandangkan, seminar dibuka oleh Yosep Pandji Hario Wicaksono selaku Ketua Komite Seminar. Pembukaan pun dilanjutkan dengan kata sambutan oleh perwakilan KBRI untuk Kerajaan Belanda,  Fikry Cassidy, serta recorded keynote speech oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Ir. Budi Karya Sumadi.

Sesi I berisi presentasi perwakilan dari Indonesia. Presentasi dimulai oleh Kepala Research & Development (R&D) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Sugihardjo. Beliau mempresentasikan serta menjelaskan peran bagian Riset dan Pengembangan di Kementerian Perhubungan terhadap perkembangan dan pengembangan sektor perkeretaapian di Indonesia.

Presentasi dilanjutkan dengan pemaparan oleh Satya Heragandhi, Komisaris Utama dari PT LRT Jakarta. Beliau menjelaskan mengenai pengalamannya dalam proses konstruksi proyek LRT di Jakarta dan tantangan-tantangan yang dihadapi.

Linus Andor Mulana Sijabat, Direktur Operasional PT LEN, melanjutkan rangkaian presentasi sesi I. Beliau menjelaskan mengenai kemampuan PT LEN secara umum dan khusus dalam proses perancangan serta pembangunan berbagai fasilitas infrastruktur, terutama dalam sektor perkeretaapian.

Sesi I ditutup dengan presentasi dari Hermanto Dwiatmoko, Ketua MASKA. Hasil penelitiannya tentang dampak pengembangan perkeretaapian terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan lapangan kerja menjadi penutup sesi I. Sesi I pun dilanjutkan dengan sesi Q&A dari peserta seminar kepada 4 pembicara dari Indonesia. 

 

Sesi II: Kondisi Serta Kemajuan Industri Perkeretaapian di Eropa

 

Pembicara Sesi II dari Eropa (Foto: Retna Fauzia)

Setelah lunch, seminar pun dilanjutkan ke Sesi II yang berisikan pembicara-pembicara dari Eropa. Sesi II diawali dengan presentasi oleh Prof. Rolf Dolevoet, Guru Besar Railway Engineering di TU Delft. Beliau menjelaskan mengenai program Railway Engineering di TU Delft serta kelebihan-kelebihannya.

Sesi II dilanjutkan dengan presentasi dari Prof. DR. Leo van Dongen, Kepala Bidang Teknologi Nederlandse Spoorwegen (NS) serta Profesor di Universitas Twente, bidang Maintenance Engineering. Rolling Stock Performance Management menjadi topik yang diangkat oleh beliau. Beliau membahas mengenai pentingnya perawatan sarana perkeretaapian agar tetap layak operasi.

Erno Chevalier, Ketua Holland Rail Industry (HRI), melanjutkan presentasi di Sesi II. Beliau memaparkan mengenai HRI: profil peran HRI dalam kemajuan industri perkeretaapian di Belanda, serta potensi kerjasama internasional.

Sesi II ditutup dengan presentasi dari Dipl. Ing. Wolfgang D Richter. Belaiu memaparkan sejarah perkembangan trem. Beliau juga memaparkan kelebihan dan kekurangan berbagai tipe trem dari pengalaman beliau dalam perancangan berbagai kendaraan rel. Seminar pun dilanjutkan dengan sesi Q&A dari peserta seminar kepada pembicara-pembicara dari Eropa.

Sesi II pun ditutup dengan closing speech oleh Hermanto Dwiatmoko (Ketua MASKA), pemberian cinderamata, serta foto bersama untuk semua peserta dan pembicara.

 

Sesi III: Laboratory Visit

 

Laboratory Visit ke Railway Engineering TU Delft (Foto: Retna Fauzia)

Seminar pun dilanjutkan dengan melakukan Laboratory Visit ke Laboratorium Railway Engineering di TU Delft bersama peserta seminar yang telah mendaftar. Laboratory Visit ini bertujuan untuk mengenalkan serta menunjukan riset-riset terkini yang sedang dilakukan TU Delft pada bidang Railway Engineering.

“Melalui seminar ini, diharapkan minat dan antusias mahasiswa Indonesia terhadap industri perkeretaapian, terutama yang menempuh studi di Belanda, dapat tertanam karena perkeretaapian adalah industri yang sangat multidisiplin dan terbuka untuk generasi muda Indonesia. Semoga seminar ini dapat menjadi momentum kemajuan Indonesia di bidang perkeretaapian”, ujar Yosep Pandji Hario Wicaksono (Ketua Indonesia-The Netherlands Railway Seminar 2018). “Seminar ini adalah salah satu contoh metode bagaimana kita sebagai masyarakat Indonesia, terutama pelajar-pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi di luar negeri, dapat tetap berkontribusi terhadap perkembangan bangsa, meskipun terpisah oleh jarak dengan negara tercinta. Saya ingin berterima kasih untuk kerja keras dan semangat dari seluruh komite seminar sehingga seminar kita ini dapat sukses dan berjalan lancar. Semua demi kemajuan Indonesia”, pungkas Agung Christy Rado Togaraja Simarmata (Ketua PPI Delft).

Sekian laporan dari Delft. Sampai jumpa di kegiatan PPI Delft berikutnya!

 

Sebagian Komite Indonesia-The Netherlands Railway Seminar 2018 (Foto: Hanif Dinul, Retna Fauzia, Abdul Said Ahtar)