Industri, Pengembangan Ilmu dan Kebebasan Memilih

Oleh: Muhamad Hartono

As a university deeply rooted in society, we want to convert inventions and technical knowledge in applications from which everybody can profit. To achieve that goal, a good collaboration with the industry and other knowledge institutions are necessary.

Halo semuanya! Namaku Tono, saat ini sedang menempuh studi master di jurusan Chemical Engineering di TU Delft. Tidak terasa setelah kurang lebih satu tahun yang lalu sibuk mengurus berkas aplikasi pendaftaran kuliah, sekarang aku sudah berada di ujung semester kedua! Tentunya saat menentukan tujuan studi, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dengan matang. Mulai dari struktur mata kuliah (makul) yang diajarkan, fasilitas kuliah, topik riset yang dikuasai oleh professor atau universitas tersebut, hingga hal-hal lainnya. Personally, dari sekian banyak alasan lain, dua kalimat di situs web TU Delft di atas mampu meyakinkanku bahwa kampus ini merupakan pilihan yang tepat sebagai destinasi menimba ilmu selanjutnya. Melalui tulisan ini, aku ingin berbagi tiga hal yang membuat pengalaman belajar di TU Delft sangat menarik, yaitu eratnya hubungan dengan industri, orientasi pada perkembangan, serta kebebasan dalam menentukan struktur kuliah yang diambil.

In my humble opinion, salah satu hal yang masih dapat ditingkatkan dalam sistem pendidikan di negeri tercinta adalah keselarasan antara kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa dengan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan/industri. Seringkali, apa yang kita pelajari di kelas lebih berfokus pada hal-hal yang belum tentu dapat digunakan secara nyata, misalnya di industri. Alhasil, setelah selesai ujian semesteran, ilmu-ilmu tersebut menguap tanpa sempat digunakan dengan maksimal. Setelah sembilan bulan menempuh kuliah di TU Delft, aku bisa mengkonfirmasi bahwa yang tertulis di situs web TU Delft tersebut benar-benar nyata! I couldn’t have made a better decision, TU Delft benar-benar membangun hubungan yang konstruktif dengan industri dalam aktivitas belajar mengajarnya. Well, bayangkan ketika hari pertama pengenalan jurusan, kalian langsung ditantang untuk secara kritis memberikan solusi bagi kasus pengolahan air limbah oleh salah satu perusahaan ternama di Eropa! Kurang anti-mainstream apa coba?

Industri di Belanda

Oleh sebab itu, bukanlah hal yang aneh jika kuliah di sini seringkali diisi oleh manajer ataupun expertise dari perusahaan multinasional yang bergerak di berbagai sektor tiap semesternya. Sekilas terlihat seperti kuliah tamu biasanya, namun sebenarnya peran industri terlepas dari sekedar memberikan kuliah saja! Di beberapa makul, mereka aktif memberikan training software hingga project yang penilaian akhirnya akan ditentukan oleh mereka juga. Lantas, apa sih pentingnya hal ini? Menurut saya pribadi, adanya kolaborasi yang erat antara industri dan akademia membuat konten matkul yang diajarkan di TU Delft tidak hanya cukup untuk digunakan sebagai fundamental dasar saat ingin melakukan riset atau penelitian lebih lanjut, namun juga telah dirancang sedemikian rupa hingga mahasiswa juga dilengkapi dengan tools untuk berpikir kritis bagaimana cara menggunakan ilmu tersebut untuk menyelesaikan masalah yang ada di kehidupan nyata. Mengingat spesialisasi yang saya ambil merupakan Chemical Product Engineering, hal ini menjadi lebih penting karena selain belajar tentang cara memodifikasi ikatan senyawa kimia, cara mengorintasi molekul, hingga menguasai konsep kuantum mekanik untuk menentukan struktur/karakteristik dari produk kimia, kita juga diajarkan bagaimana teori tersebut diaplikasikan di industri. Jadi, benar-benar tidak cuma menelan teori yang super rumit saja! Sebagai contoh, pada matkul Process and Product Design yang diambil kuarter sebelumnya, seusai mempelajari teori intensifikasi proses, kami mendapatkan kuliah langsung dari mantan manager Shell tentang pengalaman beliau dalam meningkatkan produksi perusahaan melalui optimasi teknologi! Call me old fashioned, tapi menurutku dengan adanya contoh kasus nyata yang mendampingi teori yang kita pelajari, kita justru lebih mudah mendapatkan gambaran (seberapun sulit materinya) topik yang kita pelajari di kelas nantinya akan benar-benar dapat kita gunakan!

Dalam prosesnya, kita juga akan dituntut untuk berpikir kritis dalam penerapan gagasan tersebut. Metode pembelajaran ini membuatmu belajar one step further dibandingkan proses belajar konvensional. Kamu tidak hanya dituntut mampu untuk membentuk sebuah konsep/gagasan berdasarkan ilmu yang diajarkan, namun juga dapat mengevaluasi, mendukung, dan mengemas gagasanmu tersebut menjadi suatu pemikiran yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, di samping memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di kelas, dengan diikutsertakannya industri dalam aktivitas belajar mengajar juga dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk networking dan menyampaikan gagasan yang kita miliki dalam lingkup professional. Bahkan, banyak teman-teman di sini yang langsung mendapatkan kesempatan internship karena mereka berhasil memanfaatkan waktu diskusi dengan pihak industri yang mengisi kuliah di kelas.

Salah satu makul yang berkesan bagiku adalah makul Heterogeneous Catalysis yang diambil semester lalu. Singkatnya, di samping mengikuti ujian tertulis seperti biasanya, mahasiswa yang mengikuti  kuliah ini juga diberikan kesempatan untuk melakukan studi kasus yang diberikan oleh DOW Chemical Co., sebuah perusahaan kimia multinasional terbesar di dunia saat ini. Bersama dengan dua orang rekan lainnya, aku diminta untuk melakukan analisis secara kritis katalis yang dapat digunakan oleh DOW pada teknologi Methanol-to-Olefins (MTO) yang mereka miliki. MTO sendiri merupakan salah satu teknologi inovatif untuk memproduksi bahan kimia dari bahan baku yang memiliki nilai ekonomi rendah, misalnya batu bara. Topik ini sangat relevan dengan kondisi yang ada di Indonesia mengingat cadangan batu bara yang kita miliki sangat berlimpah dan belum dimanfaatkan dengan optimal. Selama kurang lebih dua bulan, kami mencoba untuk mengaplikasikan ilmu yang diberikan saat kuliah, mulai dari mengembangkan mekanisme reaksi kimia yang terjadi dalam prosesnya, teknik analisis/karakterisasi yang dapat digunakan untuk memonitor dan mengoptimalkan kinerja proses tersebut, membandingkan berbagai tipe reaktor dan kondisi operasi yang mungkin digunakan, strategi retrofitting yang dapat dilakukan untuk mengaplikasikan teknologi baru tersebut ke dalam infrastruktur yang sudah dimiliki oleh pabrik, analisa ekonomi, serta arah pengembangan ke depannya.

Presentasi tentang Methanol to Olefins (MTO) di hadapan perusahaan Dow Co. 

Sebagai bahan penentuan nilai akhir, kami selanjutnya mempresentasikan hasil studi kasus tersebut kepada ±50 orang karyawan DOW Co. yang bekerja di bagian Research and Development. Saat presentasi dan tanya jawab inilah aku menyadari bahwa apa yang dipelajari di kelas (dengan susah payah) benar-benar berguna dan bahkan dijadikan sebagai basis pengembangan riset di DOW. Melalui diskusi dengan mereka, kita juga dapat mengetahui hal-hal praktis yang dapat menyempurnakan teori yang diajarkan di kelas, dan truthfully, mungkin tidak ada di textbook apapun. Setelah menyelesaikan presentasi, selanjutnya kami diajak untuk melakukan site visit ke lab R&D yang dimiliki oleh DOW. Di sini, kita bisa melihat langsung peralatan super canggih yang digunakan untuk menganalisa berbagai jenis katalis dan kinerja proses. Yang tidak kalah seru, kami juga diajak untuk mengelilingi pabrik DOW di Terneuzen, kawasan industri yang terletak dekat dengan perbatasan antara Belanda dan Belgia, dengan area pabrik terluas dibandingkan cabang DOW di negara lainnya.

Sebenarnya, ada banyak lagi makul di TU Delft, setidaknya di jurusanku, yang mengikutsertakan partisipasi industri dalam proses belajar. Misalnya di semester ini, mahasiswa diwajibkan untuk mengambil group project yang berbobot 12 ECTS. Melalui projek ini kami diminta untuk menemukan solusi terhadap suatu masalah yang dihadapi oleh perusahaan tertentu. Mengingat bobot ECTS-nya yang cukup besar, kami juga harus melakukan kontak dengan industri sendiri dan hal-hal logistik lain seperti mengadakan progress meeting secara berkala. Intinya, mahasiswa benar-benar dituntut untuk mempraktikkan ilmu yang dimiliki dalam lingkungan professional.

Adanya hubungan erat antara industri dan TU Delft menurutku juga merefleksikan satu poin yang tidak kalah penting, yaitu sistem pendidikan di sini yang sangat berorientasi pada pengembangan ilmu itu sendiri. Mungkin adalah hal yang wajar jika industri seperti DOW menghabiskan jutaan euro pada pengembangan alat baru untuk meningkatkan margin keuntungannya. Akan tetapi, berkaca kembali pada apa yang diperoleh di kelas, sebenarnya topik-topik yang diajarkan di TU Delft sendiri sangat mengarah pada konsep-konsep yang super advanced dan terbaru. Bisa jadi, keterkaitannya yang erat dengan industri inilah yang mengharuskan topik kuliah bisa selaras dengan kondisi riil saat ini. Selain mempelajari teori-teori fundamental, kamu juga diperkenalkan dengan konsep yang baru dan sedang hangat dibicarakan oleh kaum akademis di berbagai belahan dunia. Tidak jarang jika sewaktu kuliah, kita diajak untuk mendiskusikan konten jurnal yang baru diterbitkan tiga bulan yang lalu. Menurutku pribadi, ini menggambarkan betapa sistem pendidikan di sini didesain agar up-to-date dan relevan dengan perkembangan ilmu yang kalian tekuni, tidak hanya mengacu pada textbook yang ditulis sudah berpuluh-puluh tahun lalu semata.

Adanya orientasi pengembangan ilmu tersebut juga didukung oleh kebebasan yang diberikan kepada mahasiswa untuk mengambil makul dari berbagai jurusan. Misalnya saat ini, aku mengambil makul dari jurusan Life Science and Technology, Sustainable Energy and Technology, dan sempat beberapa kali kuliah bareng dengan mahasiswa Materials Science. Selain karena penasaran terhadap makul dari jurusan-jurusan tersebut, harapannya, ilmu yang dipelajari mampu memberikan perspektif lain yang nantinya bisa digunakan untuk melakukan tesis dan bermanfaat seusai kuliah. Jauh-jauh datang ke Belanda, masa kamu masih sungkan untuk belajar sebanyak-banyaknya? Untungnya, mungkin TU Delft menyadari bahwa ilmu itu luas dan tidak semerta-merta terbatas pada nama jurusan, asalkan kamu memiliki minat dan keinginan untuk mempelajarinya.

Selain atmosfer kuliah di Delft yang super nyaman (terlepas dari cuacanya yang tidak menentu), fasilitas kampus yang super lengkap, dosen yang dengan senang hati menjelaskan materi di kantornya saat kamu belum paham, TU Delft memberikan paket lengkap untuk belajar dan menerapkan apa yang dipelajari secara langsung! Dari yang bisa aku serap selama belajar di sini, kamu akan diberikan kesempatan untuk tumbuh sebagai individu yang memiliki fundamental ilmu yang kuat namun juga mumpuni dalam mengaplikasikan ilmu tersebut untuk menemukan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada di dunia nyata. Kalau sudah begitu, semuanya tinggal tergantung pada dirimu sendiri. Are you up to the challenge?

 

PROFIL PENULIS

Penulis                         : Muhamad Hartono

Jurusan/Universitas      : MSc Chemical Engineering / TU Delft

 

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.