Partisipasi PPI Delft di Hatta Games 2018

Halo para anggota PPID,

Setelah berakhirnya Hatta Games pada tanggal 6 Mei 2018, kami ingin menyampai laporan edisi pertama hasil kompetisi olahraga yang diikuti kontingen PPID. Sebagai informasi, Hatta Games merupakan kejuaraan bertemakan olahraga fisik dan elektronik (e-sports) yang diadakan oleh PPI Rotterdam dengan jenis olahraga yang dipertandingkan mencakup basket, voli, futsal, bulu tangkis, tenis meja, catur dan FIFA. Dari semua jenis olahraga tersebut, kontingen PPID hanya mengikuti kegiatan olahraga futsal, voli dan basket dan, kabar baiknya, kontingen kita memenangkan juara 1 untuk voli dan juara 2 untuk basket dan futsal.

Berikut ini adalah laporan kegiatan tersebut:

Basket

Di cabang olahraga ini, PPI Delft diwakilkan oleh tim beranggotakan 8 orang yang dipimpin oleh Kapten Christophorus Dwiadi dari Building Engineering TU Delft. Anggota tim basket PPI Delft adalah sebagai berikut:

  1. Agung Christy Rado Togaraja Simarmata
  2. Abdul Said Ahtar
  3. Hanif Dinul Islam
  4. Siti Arna Arifah
  5. Daniel Felix Heritono
  6. Sasongko
  7. Timotius Hasirus Trusulo
  8. Ade Setyawan Sajim
  9. Ivan Rene
  10. Yosep Pandji
  11. Andrew Sugianto

Pertandingan basket ini merupakan pertandingan grup yang berisikan 4 tim basket. Tim-tim basket lawan berasal dari: Den Haag, EESA (East European Student Association), dan Rotterdam. Pertandingan pertama sampai babak semifinal berlangsung di hari pertama dan pertandingan final berlangsung pada hari kedua Hatta Games.

Pada pertandingan pertama, tim basket Delft yang selalu meneriakan “PPI GALER” setiap sebelum bertanding menghadapi lawan pertamanya, EESA, dengan kurang harmonis. Babak pertama berjalan dengan kurang mulus bagi tim PPID dengan banyak tembakan yang gagal dan beberapa turn over. Meskipun demikian, ketidakkompakan tersebut tidak berlangsung lama. Pada babak kedua, kekompakan tim PPID mulai terbentuk kembali dan kemenangan telak berhasil diperoleh berkat permainan cemerlang sang Kapten serta kerja sama para anggota.

Pada pertandingan kedua, tim basket PPID berhadapan dengan tim basket Den Haag. Dengan beranggotakan pemain-pemain basket yang cukup tangguh, tim basket PPI Den Haag berhasil mengalahkan tim basket PPID pada pertandingan kedua.

Meski kalah di pertandingan kedua, kontingen PPID untuk pertandingan basket tidaklah patah arang. Dengan semangat baru di babak ketiga, tim basket PPID berhasil mengalahkan tim basket Rotterdam yang merupakan tuan rumah pada pertandingan ini.

Dengan berbekal 2 kemenangan, tim basket PPID melaju ke semifinal untuk kembali melawan tim basket EESA. Pada kesempatan kali ini, tim EESA mengganti beberapa pemainnya dengan pemain-pemain yang lebih baik dan salah satu pemainnya memiliki tinggi badan yang dapat disandingkan dengan pemain-pemain basket profesional. Akan tetapi, dengan berbekal yel baru, “PPI BERDIKARI” serta kekompakan tim yang sudah lebih harmonis, tim Delft menghadapi EESA baru ini dengan gigih. Sayangnya, meski beberapa pemain Delft bermain dengan cemerlang pada kesempatan itu, tim PPID belum berhasil memperoleh kemenangan atas EESA.

Pada hari berikutnya, PPI Delft datang kembali ke Erasmus Sport Center untuk melawan tim basket Rotterdam dalam merebutkan posisi juara 3. Namun, pada saat pertandingan akan berlangsung, terdapat berita bahwa anggota tim basket Rotterdam dan EESA tidak dapat hadir untuk perebutan juara 1 dan 2. Dengan demikian, panitia Hatta Games memutuskan untuk menandingkan tim Delft dengan tim Den Haag untuk merebutkan posisi juara 1 dan 2.

Pada pertandingan final ini, tim Delft tampak bermain dengan lebih gigih dan serius. Suara-suara teriakan sang Kapten dan para pemain Delft lain pun lebih sering terdengar untuk mengingatkan para anggota untuk lebih siap menghadapi lawan. Namun demikian, pada akhirnya tim Delft hanya dapat memperoleh gelar juara 2 dengan selisih poin yang tidak banyak dari Den Haag.

Dengan berakhirnya Hatta Games, tim basket Delft pulang dengan gelar juara 2. Gelar juara yang diperoleh dengan cukup unik tersebut terasa cukup membanggakan. Masing-masing pemain mengakhiri pertandingan ini dengan senyum yang lebar di wajah mereka.

Meski demikian, bagi tim Delft, gelar juara itu tidak terasa penting. Bagi mereka, pertandingan terakhir ini merupakan pertandingan yang luar biasa yang menunjukkan betapa berkembangnya kemampuan, kekompakan serta kebersamaan para pemain dalam beberapa bulan terakhir bermain bersama. Meski akan ditinggalkan pemain-pemain seniornya, para pemain junior berjanji akan tetap bermain sambil membawa kekompakan dan kebersamaan yang sama pada pertandingan-pertandingan basket berikutnya di tahun depan.

Voli

Setelah absen dari kejuaraan voli di Groningen, tim voli “jazz do it” PPI Delft kembali unjuk gigi di kejuaraan voli kota tetangga kita, Hatta Games di Rotterdam. Dengan kurang, bahkan tidak adanya latihan tim yang mencukupi menjadi momok tersendiri bagi para pemain, terutama setelah mengalami kekalahan pahit di Eindhoven League sebelumnya. Anggota tim voli yang berlaga di Hatta Games adalah sebagai berikut:

  1. Muhammad Shiddiq Sumitro
  2. Agung Christy Rado Togaraja Simarmata
  3. Haris Suwignyo
  4. Hasan Abdullah
  5. Diwangkoro Muhammad Dolaputra
  6. Gale Dewo
  7. Yunizar Natanael Pragistio
  8. Budi Prayogo Sunariyanto

Datang dengan anggota yang terbatas, tim voli PPI Delft harus menghadapi 3 tim dari tuan rumah PPI Rotterdam, PPI Arnhem, dan PPI Den Haag. Pada fase grup, tim PPI Delft berhasil mengunci kemenangan pada 2 pertandingan pembuka melawan PPI Rotterdam dan PPI Arnhem lewat masing-masing 3 set yang sengit, dan sayangnya mengalami kekalahan tipis melawan PPI Den Haag.

Keluar grup sebagai juara kedua, tim voli PPI Delft harus kembali berhadapan dengan PPI Arnhem di pertandingan semifinal. Meskipun lelah dan pilu dari pertandingan sebelumnya, tim voli PPI Delft kembali berhasil mengalahkan tim PPI Arnhem dan lanjut ke babak final. Melihat pertandingan sebelah, ternyata tim tuan rumah PPI Rotterdam dengan anggota tambahannya berhasil mengalahkan sang juara grup tim PPI Den Haag dan harus menghadapi tim PPI Delft.

Bermodalkan semangat untuk juara, tim voli PPI Delft pun memulai pertandingan final. Set pertama berhasil direbut tim PPI Delft. Saat set kedua dimulai, para suporter tim PPI Rotterdam mulai bermunculan untuk mendukung tim kesayangannya dan dukungan mereka berhasil mengobarkan semangat para anggota tim sehingga memenangkan set kedua. Tibalah set penentu, set ketiga. Rasa lelah pun mulai menghantui kedua anggota tim. Semakin banyak kesalahan yang dilakukan oleh masing-masing tim.

Meskipun itu, tim PPI Delft tetap berjuang dan perjuangannya berbuah manis. Tim voli PPI Delft berhasil mengalahkan tim tuan rumah dan keluar sebagai juara voli Hatta Games 2018! Luapan kebahagiaan pun tampak dari muka anggota tim voli beserta para suporter tim PPI Delft yang juga datang mendukung tim kotanya mengingat ini adalah pertama kalinya tim voli PPI Delft menjuarai kompetisi olahraga. Selamat kepada tim voli PPI Delft!

Futsal

Hatta Games, turnamen yang sangat ditunggu oleh para pemain futsal PPID, kenapa? DEKAT! hahaha…

Anggota tim futsal yang berlaga di Hatta Games adalah sebagai berikut:

  1. Timotius Hasirus Trusulo
  2. Diwangkoro M. Dolaputra
  3. Mustaqim
  4. Muhammad Gusti Bastisya
  5. Haryo Dwi Prabowo
  6. Jose Akbar Juoro
  7. Adib Sinto Baskoro
  8. Christophorus Dwiadi
  9. Lurohman Mamin M.
  10. Ali Hanif
  11. Tubagus Fakhri
  12. Gale Dewo

Hasil drawing mempertemukan PPI Delft vs PPI Arnhem  yang baru saja memenangkan turnamen Groens Games, sesuai dugaan akhirnya PPI Delft menang dengan skor 2 – 1. Kemenangan ini membuat kepercayaan diri meningkat yang dibuktikan dengan kemenangan telak 5 gol tanpa balas menghadapi tim TilxLeixRot  dan mendapat hasil seri melawan tim Eindhoven di pertandingan ketiga. Yeah! tim futsal PPID menjadi pemuncak grup untuk melaju ke babak semi final keesokan harinya.

Tim PPI Amsterdam mencoba menghadang tim PPID di semifinal, tetapi kekuatan dan kekompakan tim PPID kali ini seperti tidak terbendung dengan kemenangan 3 – 1 dan melenggang ke babak final yang mempertemukan dua tetangga yang kita sebut “Derby Fat kee”, Delf vs Den Haag. Sayang tim PPID belum berhasil membawa pulang medali emas setelah dikalahkan 3 – 1 di babak final walau sempat unggul di menit-menit awal. Sedikit perasaan sedih dan kesal karena turnamen kali ini merupakan turnamen terakhir bagi anggota PPID angkatan 2016. Sisi positifnya yakni kita mendapat medali setelah 2 tahun bermain dan jargon terakhir dari kapten tim menutup pertandingan kali ini dengan perasaan puas dan gembira, ”PPI Delft… JAYA!”.