KOPI Delft-4

Salam hormat teman-teman PPI Delft sekalian.

Sesuai janji, PPI Delft kembali hadir dengan program memikat untuk mengisi bulan Oktober: KOPI Delft-4 . Melanjutkan tradisi, KOPI Delft kali ini menghadirkan kombinasi pembicara dari program Master dan PhD . Burhanudin Syah, mahasiswa program Magister dan Leo Sembiring, PhD researcher, keduanya dari Unesco-IHE akan berkolaborasi mengisi KOPI Delft kali ini.

Catat waktu dan KOPI Delft-4 berikut ini:
Hari/Tanggal: Rabu, 15 Oktober 2014
Jam: 17:00-19:00
Tempat: Unesco-IHE, Ruang Kelas A2

Pembicara pertama kita, Burhanudin Syah, adalah mahasiswa Unesco-IHE program Master Coastal Engineering and Port Development. Di KOPI Delft kali ini, Burhan akan memaparkan tentang Pendulum Nusantara, atau yang akhir-akhir ini terkenal dengan nama Tol Laut. Pendulum Nusantara adalah sebuah sistem transportasi barang dengan menggunakan kapal ukuran besar (kapasitas 3000-4000 TEU) yang melewati sebuah jalur laut utama dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia secara rutin. Karena pola gerakannya dari barat ke timur dan kemudian berbalik timur ke barat (seperti gerakan sebuah pendulum ketika digoyangkan), maka program ini disebut Pendulum Nusantara. Program ini bertujuan untuk mewujudkan efisiensi dalam transportasi barang, khususnya melalui transportasi laut, sehingga dapat menurunkan biaya logistik nasional dan pada akhirnya dapat mendorong tumbuhnya industri dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Pembicara kedua kita, Leo Sembiring, adalah PhD researcher di Deltares/Unesco-IHE. Leo akan mempresentasikan hasil risetnya tentang Prediksi Rip Currents dengan menggunakan kombinasi numerical model dan bathymetry dari video camera. Melalui riset ini, Leo mencoba mengembangkan metodologi untuk memprediksi arus pantai, dalam skala kecil/resolusi tinggi, sehingga peringatan akan arus yang berbahaya bagi pengunjung/wisatawan pantai dapat diketahui. Model komputer merupakan alat bantu yang cukup murah dengan kemampuan komputasi yang tinggi, namun data dasar laut/bathymetry yang akurat dengan resolusi ~5-20 m, sebagai salah satu input utama, tidak mudah didapatkan karena memerlukan survey dengan logistic yang tidak murah. Melalui riset ini, Leo mencoba mendapatkan data bathymetry pantai hingga ~1km ke arah laut dari video kamera, untuk kemudian digunakan dalam model komputer.

Penasaran dengan Pendulum Nusantara dan Metode Prediksi Rip Current ini? Jangan lewatkan KOPI Delft berikutnya hari Rabu, 15 Oktober 2014!