Babak Baru PPI Delft 2013

PPI Delft periode 2012-2013 usai sudah setelah genap sebelas bulan dua hari sejak tampuk tertinggi  digenggam Sayuta Senobua dengan Alifta D. Ariestiwi pada 14 April setahun silam.  PPI Delft kini memasuki babak baru melalui Pemilu yang diselenggarakan 16 Maret 2013. Sejalan dengan tajuk PPI Delft yang ceria, Pemilu 2013 ini pun tak jauh dari suasana riang nan bersahaja dibalut semangat mewujudkan Indonesia Jaya.

Sayuta purna, PPI Delft selalu ceria

Sayuta Senobua menyerahkan tahta tertinggi PPI Delft kepada penerusnya dengan meninggalkan sejumlah program kerja yang terbilang sukses berikut harapan agar aparat eksekutif beserta kabinet 2013-2014 dapat mempertahankan keberhasilan ini, dan menorehkan prestasi lainnya.

Dalam laporan pertanggung jawaban di hadapan masyarakat intelektual Indonesia di Delft, Sayuta yang tak lama lagi merampungkan kuliahnya di bidang Engineering Policy Analysis didampingi Alifta yang juga sesaat lagi menyandang gelar master dari IHE-Unesco menyampaikan catatan kegiatan yang telah diselenggarakan PPI Delft selama medio 2012 hingga awal 2013.

Sayuta & Alifta mewakili pengurus PPI Delft 2012/2013 menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban

Dari laporan tersebut terungkap beragam program yang bernafaskan ilmiah, budaya, sosial, olahraga hingga beberapa momentum telah menghantarkan PPI Delft dikenal secara internasional.

“Dari divisi ilmiah, tujuh kolokium berhasil diselenggarakan dengan menghadirkan pembicara yang kompeten,” jelas Sayuta.

Sementara Alifta mengatakan kepengurusan PPID setahun lalu aktif mewakili para pelajar Indonesia pada ajang sosial budaya yang diselenggarakan baik di lingkungan akademika TU Delft maupun IHE Unesco.

“Di Asian Night di kampus IHE kita membawakan tari jali-jali dan pencak silat. Sedangkan di kampus TU Delft kita juga mempersembahkan tarian yang sama ditambah tari sipatokaan, didukung anak-anak Indonesia yang sangat antusias,” kata Alifta.

Bidang olahraga pun tak kalah semarak. Walaupun PPID tengah dilanda kemelut kurangnya atlet, para calon insinyur didukung para alumni Delft gigih menambah pundi-pundi medali di tiga ajang olahraga antarpelajar Indonesia yakni Groens Cup, Proklamasi Cup,  dan Ambassador Cup.

“PPI Delft 2012- 2013 sangat membanggakan dan prestasinya mencengangkan,” seru Sayuta dengan bersemangat seraya melanjutkan bahwa keceriaan PPI Delft semakin bertambah karena kondisi keuangan pada akhir kepemimpinannya menunjukan angka surplus dengan selisih saldo 492,15 euro.

Dia menjelaskan keuangan PPI Delft 2012-2013 yang stabil bahkan sehat ini karena tidak hanya bertopang pada iuran anggota sebanyak 324 euro. Inisiasi dari bidang kesekretariatan sukses mengatrol kas PPID melalui penjualan kaos hingga memperoleh 135 euro.

Suntikan dana juga mengalir dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag.

“Selama ini KBRI sangat mendukung kegiatan PPI Delft. Selain perhatian dalam bentuk materi, KBRI juga beberapa kali mempercayakan PPI Delft untuk terlibat dalam program kerja mereka. Saat ini pun kerja sama Indonesia dengan pemerintah Belanda di bidang logistik juga melibatkan PPI Delft,” jelas Sayuta dengan wajah berbinar.

Sayuta berharap jalinan kerja sama antara PPI Delft dan KBRI terus dilanggengkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, khususnya oleh para pelajar Indonesia.

Pada detik-detik penyerahan jabatan PPI Delft Satu, lelaki berkulit sawo matang yang murah senyum ini menyatakan kelegaannya melepas posisi terhormat yang selama ini dipercayakan kepadanya.

“Semoga PPI selalu ceria dengan semangat Indonesia Jaya!” serunya.

 

Foto Kegiatan PPI Delft 2012/2013

Fanpage PPI Delft di Facebook

 

PPI Delft yang ceria dan mengesankan

Ibarat seorang penyanyi tenar dalam sebuah konser musik, Pemilu dalam panggung PPI Delft merupakan penampilan puncak dari segala momentum seni tersebut yang dinanti-nanti kedatangannya. Pemilu adalah bintangnya, yang saat dia muncul di pentas terkuraslah segenap energi dan emosi pemirsa, tidak saja bagi mereka yang akan melepaskan mahkota dan jubah kebesaran serta yang menyambut kehormatan tersebut, tapi juga seluruh warga Indonesia di dunia yang memiliki ikatan dengan organisasi ini.

Walau tak seramai Pemilu-pemilu sebelumnya, demikian ungkap sejumlah kawan yang menulis di milis PPI Delft, Pemilu 2013 tak layak dianggap lesu. Dua nama telah maju dalam laga pemilihan untuk merebut kursi PPI Delft Satu yakni Julianto Silalahi dan Santosa Sandy Putra, yang keduanya merupakan mahasiswa IHE-Unesco.

Masyarakat PPI Delft patutlah mengacungkan jempol buat kedua lelaki ini karena di tengah tekanan akademik yang cukup membuat tidur tak nyenyak serta berbagai tanggung jawab lainnya, mereka berani mengambil pilihan untuk memimpin para pelajar Indonesia di Delft.

Pemilu 2013 juga tak biasa seperti pada ajang-ajang yang lalu. Pada kesempatan tersebut hadir Sekjen PPI Belanda, Ridwansyah Yusuf Ahmad yang menyampaikan dukungan dan kebanggaannya akan PPI Delft yang aktif dengan berbagai program kerjanya. Tamu kehormatan lain adalah mantan Sekjen PPI Belanda Reynaldo Rante Allo dan Aryo Primagati.

“Delft adalah kota pendidikan bagi para calon insinyur. Teman-teman yang mendapat kesempatan belajar di sini tentu dapat berkontribusi bagi Indonesia walaupun sekecil apapun,” ujarnya ketika menyampaikan pesan dan kesannya sebelum pemungutan suara berlangsung.

Alunan musik dari tiga pelajar Den Haag turut menghantarkan suasana Pemilu 2013 semakin cerah ceria. Trio pemusik yakni Issabella pada vokal, Thomas Litaay yang mahir meniup saxophone dan Bonifacius yang lincah memetik dawai gitar menghibur para pemilih. Tiga lagu yang dibawakan pelajar dari Den Haag ini adalah “Pilihlah Aku”, “Ilir-ilir”  dan “Use Somebody”.

Band PPI Denhaag memeriahkan acara Pemilu Ketua PPI Delft 2013

Thomas menjelaskan dua lagu pertama dipilih demi menyesuaikan suasana Pemilu 2013 yang ceria namun penuh doa dan harapan. Sementara lagu ke tiga merupakan permintaan khusus dari Sayuta yang saat itu masih menjabat PPID Satu.

Satu hal yang tak boleh luput dari setiap kegiatan PPI Delft adalah keberadaan para perempuan terampil nan baik hati yang selalu siap memuaskan lapar dan dahaga masyarakat PPID dan para tetamu yang hadir.

Beragam hidangan dengan cita rasa Indonesia menemani Pemilu 2013. Menu utama ayam goreng cabe ijo, ayam bumbu gule, lengkap dengan sambal, kerupuk, dan capcay hasil  racikan Ida Nurhamidah, Pungky Pramesti, Lasmini Ambarwati, dan Mbak Siska mengawali Pemilu di siang yang berangin itu. Sajian kue-kue dengan efek “adiktif” karena rasanya yang lezat juga tersaji berkat kemurahan hati Indra Puspitasari, Rahmi Muliana, mbak Erma dan mbak Ririn.

 

Julianto Pimpin PPID 2013

Julianto Silalahi, mahasiswa master Land and Water Development Unesco-IHE melalui Pemilu tahunan kini memimpin kepengurusan PPI Delft periode 2013 – 2014. Lelaki yang berdinas di Kementerian Pekerjaan Umum ini menggantikan Sayuta Senobua yang menunaikan tanggung jawab memimpin para pelajar  Indonesia di Kota Porselin Delft selama kurun waktu setahun.

Ucapan selamat kepada Ketua PPI Delft 2013/2014 (Julianto Silalahi)

Selama kampanye berlangsung Juli, demikian biasa dia disapa, bersaing dengan Santosa Sandy Putra atau akrab dengan panggilan Putra yang merupakan Peneliti Balai Sabo, Pusat Litbang Sumber Daya Air, Yogyakarta.

Dalam tanya jawab usai  menyampaikan visi dan misi kandidat terungkap bahwa Putra berharap para pelajar Indonesia di Delft dapat berhasil mengemban misi pendidikan melalui peningkatan indeks prestasi yang tinggi.

“PPID bisa memfasilitasi belajar bersama,” ujar Putra memaparkan kegiatan untuk mengakomodasi target prestasi akademik yang menjadi agenda kampanyenya.

Sementara Juli tampak serius akan merapatkan celah antara pelajar IHE Unesco dan TU Delft yang dinilainya masih terlalu besar.

“Masih ada gep antara IHE dan TU. Kita bisa membuat acara-acara menarik agar seluruh anggota PPID bisa berkumpul bersama sehingga bisa saling mengenal lebih jauh,” kata Juli.

Meski tanya jawab berlangsung singkat, hasil tersebut setidaknya menjadi pertimbangan bagi para pemilih menyuarakan aspirasi mereka akan masa depan PPID melalui pemungutan suara.

Jelang sore di hari yang cukup berangin tersebut terhitung 14 suara memilih Putra sedangkan ada 25 orang yang memilih Juli menjadi PPID Satu. Sementara Sayuta dan dua saksi sepakat tiga suara dinyatakan tidak sah.

Sabtu, enam belas Maret 2013 menjadi lembaran sejarah bagi Julianto Silalahi yang bakal memimpin warga PPI Delft selama kurang lebih setahun mendatang. Tentu pula hal ini merupakan babak baru bagi seluruh laskar intelektual Indonesia, khususnya di kota porselin Delft.

PPID maju bersama Indonesia Jaya!

Leave a Comment