Oleh-Oleh dari Groenscup 2012 (2)

Romantika supporter

Pengembalian Piala Bergilir Groenscup

Latihan rutin, taktik jitu di lapangan dan kekompakkan tim tak pelak menjadi faktor penentu kemenangan para atlet di medan laga. Namun pertandingan sesengit apa pun terasa hampa jika tak ada energi yang bersumber dari para pendukung setia yang memantik api semangat para atlet.

Sepak terjang tim supporter PPID pada GroensCup 2012 terasa istimewa dengan pengawalan langsung PPID 1 Sayuta Senobua sejak persiapan keberangkatan tim dan sepanjang pertandingan berlangsung.

Lelaki berkulit sawo matang ini menuturkan tim supporter berangkat dari Delft menuju Groningen dengan penuh kegembiraan sehingga perjalanan yang memakan waktu kurang lebih tiga jam tersebut terasa cepat berlalu.

Atlet & Supporter

“Selama di jalan atlet capsa ceria kita (Witono Susanto-red) berlatih bersama bendahara PPID (Shinta Ayunia-red), Caesar (atlet futsal-red) dan Fitri pendatang baru di Delft,” katanya.

Latihan capsa di kereta

Sementara dirinya, dan Marcel yang memperkuat tim badminton melewatkan waktu dengan membaca buku sambil sesekali mengamati tingkah atlet bulutangkis jagoan mereka, Dwi “Gayung” Susanto yang matanya tak lepas dari para gadis yang lalu lalang di sepanjang lorong gerbong dengan tampang yang sengaja dibuat se-cool mungkin.

Sayuta melanjutkan alih-alih kelelahan karena perjalanan panjang menuju medan laga GroensCup, semangat para supporter justru semakin membara saat meneriaki para atlet PPID bertanding demi memperhatankan gelar supremasi yang telah setahun dalam genggaman.

Dari segi jumlah supporter yang hadir di pertandingan, tim PPID kalah jauh dibandingkan dengan tim lainnya sehingga cukup mempengaruhi mental para pemain. Hal ini diungkapkan Linda yang meskipun berhasil menjadi nomor satu di tunggal putri bulutangkis namun agak kecewa dengan sedikitnya supporter PPID saat dirinya berlaga.

“Hari itu bisa dibilang supporter dari Delft bisa dihitung dengan jari, sedangkan tim Belgia masih merupakan tim lengkap, jadi benar-benar dukungan di pertandingn saat itu rasanya hanya terdengar untuk Belgia saja”, lirihnya.

Sayuta juga mengakui tim PPI Rotterdam diperkuat belasan supporter perempuan yang selalu meneriakan seruan-seruan penyemangat bagi para pemain.

“Sedangkan PPID hanya disemangati dua supporter. Salah satunya saya,” kata Sayuta dengan nada sedikit lemas.

Atlet & supporter SBC di Groenscup 2012

Walaupun pulang dengan hanya satu medali emas, keceriaan tim supporter tetap tak surut ketika kembali ke Delft. Di dalam kereta kuning biru NS.NL yang melaju kencang para atlet futsal menikmati permainan capsa hingga beberapa puluh putaran. Sementara di sudut lainnya Ivan dan Zakaria (atlet futsal), Awi (atlet capsa) serta PPID 1 tenggelam dalam obrolan seru mengenai masa depan Jakarta dan Indonesia yang bagi mereka berada dalam status quo vadis.

Atlet & Supporter Kontingen PPI-D

“Supporter PPI Delft memang bukan main!”, kenang Sayuta dengan senyum mengembang mengakhiri kisahnya. [redaksi]

Leave a Comment