Menristek Ajak Pelajar Indonesia Pulang ke Tanah Air

Delft, Belanda – Menteri Negara Riset dan dan Teknologi Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta mengajak kaum intelektual Indonesia yang telah menyelesaikan studi di luar negeri kembali ke tanah air untuk mengabdikan ilmu pengetahuan dan keahliannya kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menristek saat berdialog dengan para pelajar dan masyarakat Indonesia di Belanda di KBRI Den Haag, Belanda pada Selasa (19/6).

“Ada lima orang Indonesia yang mau pulang ke Indonesia. Mereka ahli kendaraan listrik dan sangat berpengalaman di bidang ini sehingga diharapkan ikut menyukseskan program pemerintah memproduksi mobil dan motor listrik,” kata Menristek.

Menurut dia “membawa pulang” para ahli Indonesia ke tanah air bukan perkara mudah. Sempitnya ruang gerak intelektualitas untuk berinovasi dan berkreasi serta masih kurangnya penghargaan atas karya mereka tak urung menjegal keinginan untuk pulang ke negeri tercinta. Di lain pihak negara-negara maju di benua Eropa dan Amerika mengumbar banyak kesempatan bagi semua orang untuk mengaktualisasikan ilmu dengan kompensasi yang setimpal.

“Kemenristek terus menjaga komunikasi dengan para ahli Indonesia yang ada di luar negeri. Hasilnya banyak dari mereka yang berkomitmen untuk menerapkan ilmunya di Indonesia,” terang Menristek.

Dia tidak menampik kurangnya fasilitas dan dana yang sering kali menghadang langkah para ahli Indonesia untuk mengembangkan iptek di negeri sendiri.

Anggota dan Ketua PPI Delft (paling kanan) bersama Menristek di KBRI Den Haag minggu lalu

Namun demikian Gusti yang merupakan alumni University of Wageningen 12 tahun silam ini menegaskan Kemenristek bersama sejumlah lembaga pemerintahan non kementerian seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Standarisasi Nasional (BSN) , tengah menggencarkan penelitian di tujuh bidang yakni pangan dan pertanian, energi, kesehatan dan obat-obatan, manajemen dan teknologi transportasi, teknologi informasi dan komunkasi, advanced material (seperti nano teknologi) serta industri pertahanan.[redaksi]

Leave a Comment