Akomodasi di Delft (Shortstay vs Longstay DUWO)

Artikel berikut ini mengenai akomodasi di Delft, terutama mengenai DUWO Shortstay dan DUWO Longstay. DUWO Shortstay merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh TU Delft untuk menangani urusan akomodasi mahasiswa international (kebanyakan S2). Umumnya mahasiswa baru TU Delft yang menyerahkan masalah akomodasi ke TU Delft akan diteruskan ke DUWO ShortStay. Selain DUWO Shortstay, ada lagi perusahaan DUWO Longstay (yang harga kamarnya secara umum lebih murah). Perbedaan mengenai kedua perusahaan akan dikupas tuntas di artikel ini.

Artikel berikut ini ditulis oleh Velly, MOT 2008. 

***

Mungkin banyak yang merasa tinggal di shortstay housingnya DUWO kemahalan, apalagi dengan harga yg bakal naik lagi tahun ajaran depan. tadi saya iseng2 bukan website DUWO dan saya nemu list kamar kosong di Longstay housingnya DUWO (http://www.duwo. nl/smartsite. dws?ch=ENG&id=123&aanbodcode=AANBODDE LFT&style=1&soort=Alle). mungkin ada yg minat buat ikutan instemming dan merayu2 tenants yg lama?

 

sejauh yang saya tau, DUWO ada dua tipe housing. shortstay dan longstay.

 

shortstay housing

ini housing standar buat mahasiswa internasional yg baru datang ke delft ini. saya rasa hampir semua kita pertama kali datang dikasih kamar di roland holstlaan atau spaceboxes/containe r. kamar-kamar ini relatif nyaman sekali buat kita yang baru datang. semua serba ada siap dipakai. furnitur lengkap, sampai ke sarung bantal, gelas dan piring. saya ketika baru datang benar2 merasa beruntung karena tidak perlu repot2 cari rumah spt beberapa rekan yg kuliah ke kota lain di belanda ini. 

setelah beberapa bulan di belanda saya baru sadar bahwa harga yang dipasang buat shortstay housing ini diatas rata2 housing2 lainnya. awalnya saya pikir karena pemerintah belanda memang kasih rumah murah buat mahasiswa belanda, dan yah.. meski rada dongkol tapi kebijakan ini masuk akal. tapi lalu saya nemu ada mahasiswa indonesia yang juga dapat rumah murah. saya mulai bertanya2 bagaimana cara mendapatkan kamar seperti ini. lalu saya nemu info ttg duwo longstay housing

 

longstay housing

beberapa housing permanen yg ada di lingkungan tudelft ini ternyata punya DUWO juga, seperti Balthazar van der Polweg (Balpol) yang diatas kanal itu, dan gedung korvezeestraat yang ada dibelakang EWI. enak kan tinggal di gedung beneran dan bukan kontainer2 spt spacebox? saya cari info dan ada beberapa info menarik yang saya temukan ttg longstay housing ini.

1.         harganya murah. kisarannya antara 200-250 eur sebulan perkamar. ada yang satu apartemen sharing bersama 2-3 orang, tapi yang di korvezeestraat saya tau bisa tinggal sendiri. 

2.        rata2 energy dan water itu diluar harga kamar. sistem penghitungannya beda ama cara di indonesia yang ngitung tiap bulan trus ditagih per pemakaian per bulan. disini harga yang kita bayar sama tiap bulan, tapi nanti diakhir tahun dihitung oleh si PLN dan PAM nya sini besar pemakaian kita selama setahun. kalo kita foya2 dan make lebih dr yg dibayar, kita bakal diminta tambah bayar dan tagihan bulanan mulai tahun depannya dinaikkan sesuai dengan rata2 pemakaian kita tahun ini. begitu juga sebaliknya, klo makenya hemat, maka uang kita dibalikin dan tahun depan tagihan bulanannya bisa menurun. rata2 household dengan 2 orang di belanda ini bayar 150-200 perbulan (katanya). tapi bagi kita orang indonesia yang rela susah (hehehe) pake listrik dan air bisa dihemat2 dikit hingga cuma bayar 120 eur an perbulan per rumah.

3.        mungkin ada yang ngerasa, males  ah tinggal di longstay housing gini, soalnya harus beli furnitur. menurut saya klo dipikir2 klo di hitung selisih kita bayar sewa furnitur di shortstay dengan klo kita beli sepaket furnitur sekali (dengan catatan furniturnya bukan yg mewah2), lebih untung beli furnitur, dan furnitur ini bisa dijual lg nanti klo mau pindah ke indonesia. selain itu furnitur kadang gak perlu beli baru, bisa dapet lungsuran atau dpt gratis/murah di marktplaats. bisa juga ambil furnitur yang udah dibuang di pinggir jalan. hehehehe… sungguh, gak perlu gengsi ambil barang buangan pinggir jalan disini krn kadang2 barang2 itu masih sangat sangat layak untuk dipakai (paling hanya perlu di bersihkan saja)

4.        beberapa kamar bisa mendapatkan huurtoeslag. ini yang saya liat banyak mhs indonesia yang tidak tau atau agak simpang siur informasinya. saya tadi tanya langsung ke duwo mengenai huurtoeslag ini, jadi saya ada sedikit info valid. Huurtoeslag ini adalah tunjangan rumah buat orang2 yang penghasilannya dibawah  standar. ada sitenya di http://www.toeslage n.nl/ tapi dalam bahasa belanda, mungkin bisa pake tools penterjemah buat bacanya, atau minta tolong temen yg bisa bahasa belanda. intinya, yang namanya toeslag itu adalah semacam allowance bagi orang2 yg penghasilannya dibawah standar. uang kita akan dibalikin tiap bulan sesuai tunjangan yang kita dapat. besarnya tunjangan bisa hingga max 300 eur perbulan per rumah (bukan perkamar atau perkepala) tergantung harga sewa dan penghasilan kita. dulu mahasiswa internasional gak bisa dpt tuslag ini, tapi beberapa th yll kebijakannya berubah, dan mhs internasional bisa dpt. huurtoeslag ini berlaku untuk rumah, bukan perkamar. dan ada syarat2nya, bisa diliat di : http://www.toeslage n.nl/particulier /huurtoeslag2008 /huurtoeslag2008 -01.html# P19_1037. bisa tanya duwo apakah housing kita masuk eligible untuk huurtoeslag atau tidak. yang pasti untuk semua shortstay, itu tidak dpt huurtoeslag krn menurut hitungan dr duwo, semuanya sudah inclusive dan plus furnitur. jadi klo di potong2 semuanya, sebenarnya harga sewa shortstays itu saja tanpa apa2 dibawah 200.70 eur sebulan dan tidak berhak dpt huurtoeslag. begitu. jika dapet rumah yg ada huurtoeslagnya, itu untung bgt, sebulan bisa bayar kira2 cuma 180-200 eur . tergantung gede huurtoeslagnya. beasiswa itu tidak termasuk income yg kena pajak dan tidak masuk hitungan di huurtoeslag, jadi sesungguhnya mahasiswa berbeasiswa itu adalah mahasiswa berpenghasilan nol, jadi layak dikasih potongan harga rumah. 

5.        longstay itu sistem bayar2nya lumayan fair. jadi kita bayar jasa perbaikan tiap bulan dan klo ada kerusakan kita bisa panggil service tanpa bayar lg. cuma klo dlm setahun kita gak punya komplain berarti dan gak ada perbaikan, uang service yg kita bayar dulu bisa balik ke kita lg. lumayan lah dikit. ini jg berlaku sebaliknya, klo kerjaan kita hari2an mecahin jendela ya diakhir tahun kita ditagih tambahan biaya.

Sekian sekilas info dr saya ttg housing di seputaran kampus delft ini. memang spesifik ke rumah2 duwo sih, soalnya ya saya kebetulan akhir2 ini nyari infonya seputaran rumah duwo. mungkin mahasiswa2 lain yg udah lama disini dan lebih paham sistem housing belanda bisa nambahin (atau koreksi klo saya ada yg salah info). 

 

3 thoughts on “Akomodasi di Delft (Shortstay vs Longstay DUWO)

  1. Saya rencana pertengahan Oktober 2012 ini berangkat ke Belanda untuk studi S2 di Unesco-IHE Delft selama 18 bln. Saat ini saya lagi bingung untuk memilih tempat tinggal. Ada 4 lokasi yang disediakan oleh pihak Unesco-IHE yaitu Cesar Franckstraat, Van Haseltlan, Mina Krusemanstraat dan Papenstraat. Dari keempat lokasi tersebut mana yang paling bagus? harga yg ditwrkn bervariasi sesuai fasilitasnya. saya ingin lokasi yang dekat tempat ibadah, syukur kalau disekitarnya ada masjid. Terima kasih atas infonya.

  2. Mas Hendiek, temen2 IHE kebanyakan tinggal di Mina K dan Van Haseltlan, dan lumayan dekat dengan masjid Turki. Untuk lebih detilnya mas Hendiek bisa bertanya lewat milist ppi delft, silakan bertanya di sana, siapa tahu temen2 IHE/alumni bisa memberikan penjelasan lebih gamblang. Terima kasih.

Leave a Comment